BERHASIL DAN BERUNTUNG

Ayat bacaan : Yosua 1:7
“Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi”. (Yosua 1:7)
 
Tahun 2017 akan kita jalani mulai hari ini, dan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan kita atau rintangan-rintangan yang menghadang perjalanan hidup kita nantinya. Tetapi ingatlah bahwa penyertaan Tuhan akan menuntun kita sepanjang tahun 2017 ini. 
 
Yosua itu nabi yang membawa bangsa Israel masuk Kanaan melalui bermacam-macam rintangan. Ia punya resep untuk kita, supaya perjalanan hidup kita ini berhasil dan beruntung. 
 
Tuhan hanya meminta kita berserah penuh atas seluruh aspek kehidupan kita. Sebenarnya tidak banyak yang Tuhan  minta untuk ditempuh seperti nasehat Yosua :
 
1. Kuatkanlah Dan Teguhkanlah Hatimu
Nasehat ini sehubungan dengan banyaknya tantangan, perjuangan dalam perjalanan hidup ini, maka kita harus kuat-teguh. Mengapa kita sering mengalami stress? Sebab pikiran kita terlalu jauh ke depan, hingga tidak kuat membayangkan apa yang bakal terjadi. Kita harus kuat, teguh berpegang pada iman percaya bahwa Tuhan sudah menyediakan jalan keluar bagi kita. Maka dari itu jangan goyah.
 
Dalam keadaan stress, Yosua dilawat Panglima Balatentara Allah (Yos 5:13-15). Dan Tuhan menyatakan kekudusan hadiratNya, hingga Yosua harus menanggalkan kasutnya. Penanggalan kasut merupakan jalan Tuhan. Kasut ditanggalkan artinya jangan menggunakan cara manusia. Kalau kita berhadapan dengan persoalan, dan kita habis akal, janganlah tergesa-gesa menempuh cara-cara dunia. Hormatilah lawatan Tuhan yang sanggup menolong kita dengan keperkasaanNya yang hebat, jangan mengandalkan rekaan manusiawi kita sendiri. Bila kita sudah berjalan di jalan kebenaranTuhan, maka hormatilah bahwa itu daerah kudus. Jalan yang  kita tempuh itu meski sulit, tapi kudus.
 
Dalam Yosua 6:3-4, perjalanan penaklukan kota Yerikho berhasil dengan menggunakan cara-cara kudus Allah, dan bukan dengan strategi kepintaran akal-budi manusia.
 
2. Bertindaklah Dengan Hati-hati
Perjalanan hidup kita mengiring Tuhan ini bukan dengan sembarangan, atau asal berjalan, tetapi harus hati-hati. Apabila kita kurang hati-hati, maka kita bisa tersandung batu yang ukurannya justru kecil, sebab tidak kelihatan. Yosua terkena teguran saat dia kurang hati-hati waktu menghadapi penduduk kota Ai yang diremehkannya. Karena kecerobohannya maka pasukan Israel dikalahkan (Yosua 7:2-5).
 
Hati-hati artinya mewaspadai segala kemungkinan, terutama apakah berkenan dihadapan Tuhan. Dengan berhati-hati, akan ada hikmat untuk melihat akibat-akibat atau resiko suatu perbuatan.
 
Untuk berhati-hati dalam soal peluang pekerjaan, berumah-tangga ataupun pelayanan gereja, maka kita seharusnya bertanya dulu kepada Tuhan, bukan  tergesa-gesa mengambil keputusan tanpa hikmat. Orang yang tergesa-gesa karena keburu nafsu memilih suatu pilihan jalan bahayanya akan tersesat dan terperosok. Firman Tuhanlah yang harusnya menerangi jalan hidup kita dan bukan penilaian sesaat yang tidak seksama.
 
3.janganlah Menyimpang Ke Kiri Ataupun Ke Kanan
Yosua mengajarkan, supaya kita berhasil dan beruntung dalam hidup kita bila kita setia berjalan di jalan kebenaran firmanNya dan  beribadah kepada Tuhan saja.
 
Yosua mengumumkan bahwa ia dan seisi rumahnya hanya beribadah kepada Tuhan saja, dan bukan kepada yang lain (Yosua 24:15). Ini adalah suatu pilihan paling penting yang harus ditentukan oleh kita juga. Sebab itulah yang menentukan keberhasilan perjalanan hidup kita dalam mengiring Tuhan.***

TABLOID BETHANY

Supported